SELAMAT DATANG DI WEB KAMI SENKOM MITRA POLRI KECAMATAN BAYAT --- SEMOGA BERMANFAAT --- SENKOM SIAGA SAAT AMAN ADA SAAT DIBUTUHKAN --- MENEMBUS JARAK TANPA BATAS

Slider

Gambar tema oleh kelvinjay. Diberdayakan oleh Blogger.

BERITA

KEGIATAN

RESCUE

INFO

KECAMATAN

POLRI

GALERI

Gedung IPHI Bayat


Bayat - Minggu 18 februari 2018 Senkom Mitra Polri Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten  gotong royong bersama warga masyarakat giat pengecoran gedung IPHI Kecamatan Bayat,yang terletak di desa pandanrejo kelurahan banyuripan kec bayat kab klaten,pada giat tersebut hadir juga Pengurus IPHI Cabang Bayat Bapak H.Wiyono,H.Azib Trianto dan ketua pembangunan gedung yaitu Bapak H.Suharto BA.,gedung IPHI tersebut dibangun dari hasil sodakoh para jamaah haji dan hajah sekecamatan Bayat dan juga dari para Donatur,Pembangunan gedung  yang sudah menelan biaya Rp 800.000.000,- dari total RAB 1,8 Milyar diharapkan bisa bermanfaat untuk menampung kegiatan para jamaah haji sekecamatan Bayat.

HARI LIBUR NATAL DAN TAHUN BARU 2018 DIAMANKAN PERSONEL SENKOM


Bayat-Dalam rangka mengantisipasi  segala kejadian , kerawanan dan guna menciptakan keamanan serta kenyamanan pada liburan Natal dan Tahun Baru 2018 Senkom Mitra Polri Kecamatan bayat  bekerja sama dengan Polsek Bayat Polres Klaten melaksanakan pengamanan di beberapa titik obyek vital di wilayah Kecamatan Bayat Kabupaten Klaten


Salah satunya adalah Pos pengamanan  bersama dengan personel Polsek Bayat Polres Klaten yang selalu menjaga sinergitas dan kordinasi yang baik dalam menciptakan kondisi yang kondusif serta berusaha mewujudkan lalu lintas yang lancar. 24 des 2017 Pam kamtibmas dan arus lalin bersama jajaran polsek dan koramil bayat,karena padatnya arus kendaraan dan  aktivitas masyarakat di depan kecamatan bayat.

Polri Gelar Apel Operasi Lilin



Kapolri Jenderal polisi Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memimpin apel gelar pasukan Operasi Kepolisian Terpusat LIlin-2017, di Silang Monas, Jakarta, Kamis (21/12/2017) pagi.Kegiatan ini merupakan persiapan menuju perayaan hari raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018.

Apel kesiapan Operasi Lilin yang berlangsung di Lapangan Monas ini dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.Dalam amanatnya, Tito Karnavian menyampaikan sejumlah atensi yang harus dijalankan oleh seluruh anggotanya saat menjalankan Operasi Lilin. Yang pertama adalah terkait terorisme. 

Tito meminta jajarannya tetap waspada meskipun upaya penegakan hukum terhadap orang-orang yang dicurigai terlibat terorisme.Polri juga berfokus pada arus mudik dan arus balik yang membayangi liburan Natal dan Tahu Baru. Polri dibantu TNI akan mengamankan fasilitas-fasilitas publik. "Kita fokus juga ke terminal, stasiun, jambret copet, pelaku hipnotis yang lain-lain yang dapat merugikan Polri akan mengerahkan sekitar 90.000 personel untuk mengamankan tempat-tempat ibadah dan wisata selama perayaan Natal 2017 dan tahun baru 2018.masyarakat".

Waspada Banjir

Banjir


Banjir adalah bencana yang sering terjadi di wilayah Indonesia. Bencana yang disebabkan oleh faktor hidrometeorologi ini selalu meningkat setiap tahunnya. Meskipun terkadang tidak menimbulkan banyak korban jiwa, bencana ini tetap saja merusak infrastruktur dan mengganggu stablitas perekonomian masyarakat secara signifikan.

Karakteristik banjir sangat beragam. Banjir dapat disebabkan karena curah hujan yang tinggi dengan tidak diimbangi serapan tanah yang cukup. Atau dapat terjadi dalam bentuk rob atau bandang. Oleh karena itu, kita harus siap untuk mengantisipasi setiap jenis bencana banjir.

Apa yang dilakukan sebelum terjadi banjir
  1. Perhatikan ketinggian rumah Anda dari bangunan yang rawan banjir.
  2. Tinggikan panel listrik.
  3. Hubungi pihak berwenang apabila akan dibangun dinding penghalang di sekitar wilayah Anda.
Apa yang dilakukan pada saat terjadi bencana


a). Apabila banjir akan terjadi di wilayah Anda:
  • Simak informasi dari radio mengenai informasi banjir
  • Waspada terhadap banjir yang akan melanda. Apabila terjadi banjir bandang, beranjak segera ke tempat yang lebih tinggi; jangan menunggu instruksi terkait arahan beranjak.
  • Waspada terhadap arus bawah, saluran air, kubangan, dan tempat-tempat lain yang tergenang air. Banjir bandang dapat terjadi di tempat ini dengan atau tanpa peringatan pada saat hujan biasa atau deras.
b). Apabila Anda harus bersiap untuk evakuasi:
  • Amankan rumah Anda. Apabila masih tersedia waktu, tempatkan perabot di luar rumah. Barang yang lebih berharga diletakan pada bagian yang lebih tinggi di dalam rumah.
  • Matikan semua jaringan listrik apabila ada instruksi dari pihak berwenang. Cabut alat-alat yang masih tersambung dengan listrik. Jangan menyentuh peralatan yang bermuatan listrik apabila Anda berdiri di atas air.
c). Apabila Anda harus meninggalkan rumah:
  • Jangan berjalan di arus air. Beberapa langkah berjalan di arus air dapat mengakibatkan Anda jatuh.
  • Apabila Anda harus berjalan di air, berjalanlah pada pijakan yang tidak bergerak. Gunakan tongkat atau sejenisnya untuk mengecek kepadatan tempat Anda berpijak.
  • Jangan mengemudikan mobil di wilayah banjir. Apabila air mulai naik, abaikan mobil dan keluarlah ke tempat yang lebih tinggi. Apabila hal ini tidak dilakukan, Anda dan mobil dapat tersapu arus banjir dengan cepat.
  • sumber : bnpb.go.id

Bulan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) di Sorong


 Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggelar Peringatan Bulan PRB (Pengurangan Risiko Bencana) di Sorong, Papua Barat, tanggal 22-25 Oktober 2017.

BNPB mengusung tema 'PRB Sebagai Investasi Pembangunan'. BNPB memilih tema tersebut, sebagai semangat Nawacita di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Program pembangunan yang tertuang dalam Nawacita dan terintegrasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015 – 2019, menekankan pada penanggulangan bencana, khususnya PRB, ke dalam perencanaan pembangunan nasional hingga lokal.

Menurut Kepala BNPB, Willem Rampangilei, sasaran RPJMN untuk melindungi pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dari ancaman bencana sehingga menjamin keberlanjutan pembangunan.

Dalam RPJMN tersebut, pemerintah telah menetapkan prioritas 136 kabupaten/ kota sebagai pusat pertumbuhan ekonomi yang berisiko tinggi.

“Upaya pengurangan risiko bencana bukan semata-mata sebagai pengeluaran, tetapi telah diperhitungkan sebagai investasi pembangunan,” ujar Kepala BNPB, Willem Rampangilei, di Sorong.

Salah satu upaya dalam implementasi PRB tersebut, dengan menurunkan indeks risiko bencana pada pusat-pusat pertumbuhan ekonomi.

Untuk mendukung kemajuan-kemajuan dalam upaya penanggulangan bencana ini, diperlukan komitmen yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat, relawan dan sektor swasta.

Penyelenggaraan yang berlangsung 4 hari ini berlangsung di empat tempat, yaitu Kota Sorong, Kabupaten Sorong, Kabupaten Tambraw dan Kabupaten Raja Ampat.

Adapun peserta kegiatan  ini antara lain dari instansi pemerintah,  lembaga usaha,  para praktisi dan akademisi kebencanaan,  NGO baik nasional dan internasional juga kelompok masyarakat yang peduli dengan penanganan  kebencanaan di Indonesia, tidak terkecuali Senkom Mitra Polri.

Pada acara ini Senkom mengikuti hampir seluruh rangkaian acara yg diadakan BNPB.

"Senkom menurunkan 100 orang relawan untuk mengikuti bakti sosial dan penanaman  pohon" ungkap Hermanto, ketua Senkom kota Sorong.

Menurut Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin)  BNPB Dr.  Sutopo Purwo Nugroho,  bahwa Senkom termasuk salah satu kontributor yang aktif memberikan informasi valid kepada BNPB sehingga  bisa membantu kecepatan  dalam menangani bencana di Indonesia. 

"Mereka aktif melakukan kegiatan komunikasi dalam hal kamtibmas dan kebencanaan dengan menggunakan alat komunikasi milik masing masing anggota".

Lebih lanjut Perwakilan Pengurus Pusat Senkom Nurhardiansyah S. Kom (Departemen Komunikasi dan Informatika) menerangkan, bahwa setiap hari Senkom secara nasional melakukan komunikasi,  melaporkan situasi kondisi dari wilayah masing,  baik informasi kamtibmas,  cuaca, termasuk informasi kebencanaan. (aan)

MENHUB BERI PENGHARGAAN KE SENKOM

LUGAS | Jakarta - Kementerian Perhubungan memberikan penghargaan kepada sejumlah lembaga pemerintah ataupun instansi dalam penyelenggaraan angkutan Lebarane/ terpadu 2017. Pemberian penghargaan itu dibagi dalam tiga kategori.

"Pertama, memberikan penghargaan berupa trofi kepada pihak-pihak yang telah memberikan pelayanan jasa transportasi secara langsung kepada masyarakat atas pencapaian yang luar biasa," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam acara yang berlangsung di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (11/7/2017) malam.

Budi menyebut kategori kedua adalah penghargaan berupa plakat yang diberikan atas pelayanan jasa transportasi secara langsung kepada masyarakat dengan pencapaian hasil yang optimal. Ketiga, penghargaan berupa sertifikat kepada kementerian atau lembaga yang telah memberikan dukungan sepenuhnya secara aktif.

"Kepada para penerima penghargaan, saya hanya bisa mengucapkan terima kasih. Atas semua kerja keras dan kerja sama semua pihak, angkutan Lebaran tahun ini mampu diselesaikan dengan baik. Untuk itu, saya sekali lagi mengucapkan terima kasih," kata Budi.
Budi mengatakan penyelenggaraan angkutan Lebaran yang berjalan lancar tidak terlepas dari adanya koordinasi dan komunikasi yang baik dengan semua pihak terkait. Ia mengapresiasi semua stakeholders yang dinilai mampu bekerja sama tanpa mengedepankan ego sektoral masing-masing lembaga.

"Ini menunjukkan bahwa amanah Pak Presiden untuk membuat mudik Lebaran lebih besar dan lebih baik dengan menghilangkan ego sektoral berhasil. Hari ini kami yakin bahwa semua lembaga, Kementerian PUPR, Kominfo, Kepolisian, dan pihak lainnya, semua tidak ada ego sektoral. Kita semua saling sharing untuk mensukseskan ini," ungkap Budi.
Budi menuturkan ia berbangga hati atas pencapaian yang telah diraih melalui kerja sama yang baik. Ia berharap apa yang telah dibangun tahun ini mampu menjadi bekal penyelenggaraan yang lebih baik lagi pada tahun mendatang.

"Kalau bicara mudik Lebaran, kita bicara soal insan transportasi. Insan transportasi diuji apakah mampu atau tidak, dan ternyata kita mampu, oleh karenanya saya ucapkan terimakasih. Semoga penyelenggaraan mudik Lebaran tahun depan jauh lebih
Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Rudiantara hadir mendampingi Menhub Budi Karya Sumadi dalam acara ini.

Dari total 111 penghargaan, salah satunya diberikan kepada SENKOM (Sentra Komunikasi) Mitra Polri.

Dalam penganugerahan penghargaan ini, hadir para pengurus pusat Senkom Mitra Polri  diantaranya Ketua Umum H. Muhammad Sirot, didampingi Untung Maulana, Arif Nurokhim, Mahar Prastowo, Arif Rahman dan sejumlah anggota Senkom Reaksi Cepat (SRC).

Humas Senkom Mitra Polri Mahar Prastowo, memberikan penjelasan pada wartawan, bahwa Senkom sebagai organisasi sosial Kemasyarakatan yang telah bekerjasama secara rutin dengan Kemhub dan Korlantas Polri dalam pengamanan penyelenggaraan angkutan mudik lebaran dari tahun ke tahun.

, Sementara itu Arif Nurokhim selaku Sekjen mengungkapkan kebanggaannya kepada seluruh pengurus dan anggota Senkom di seluruh Indonesia yang telah mendedikasikan dirinya dari waktu ke waktu melakukan bakti sosial kepada masyarakat. "Mereka melakukan tugas dengan baik selagi masyarakat berlebaran bersama keluarga. Hal itu semata dilakukan agar masyarakat merasa lebih nyaman dalam melakukan perjalanan mudik dan balik serta dapat berlebaran bersama keluarga," ungkap Arif Nurokhim.

Selaku Ketua Umum, H. Muhammad Sirot berharap bahwa apresiasi dan penghargaan ini dijadikan sebagai penyemangat agar Senkom lebih kompak lagi dan kedepan agar dapat semakin meningkatkan peran sehingga semakin besar manfaat yang dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat.

Senkom Mitra Polri terbagi dalam tiga klaster yaitu bidkamtibmas dengan SENKOM (Sentra Komunikasi) MITRA POLRI, bidang sosial kebencanaan dengan SENKOM RESCUE dan bidang hankamnas dengan klaster SENKOM BELA NEGARA 

Hari jadi Bhayangkara ke-71


Jakarta - Presiden Joko Widodo mengapresiasi kinerja Kepolisian Republik Indonesia selama setahun terakhir ini. Di hadapan ribuan personel Polri yang tengah memperingati hari jadi Bhayangkara ke-71,menjadi instruktur upacara dalam acara tersebut. Acara dimulai sekitar pukul 08.00 WIB.
Berdasarkan susunan acara, setelah upacara dibuka, ada penganugerahan tanda kehormatan RI berdasarkan keputusan Presiden Joko Widodo.
Menurut Presiden  tingkat kepercayaan publik meningkat karena bisa menjaga keamanan. "Saya ucapkan selamat ke seluruh keluarga besar Polri," kata Jokowi di Jakarta, Senin, 10 Juli 2017. Ia menilai hal itu tak lepas dari kerja keras yang dilakukan anggota Polri.Pembacaan keputusan presiden dilakukan oleh Sekretaris Militer Presiden Selaku Dewan Gelar, Tanda Jasa Dan Tanda Kehormatan.Selain itu, ada juga penyematan penghargaan Bintang Bhayangkara Nararya kepada sejumlah anggota Polri.
anggota perwakilan yang mendapatkan penghargaan Bintang Bhayangkara Narariya ialah AKBP Wahyu Hadiningrat dari Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Lalu Ipda. Sriyatmini, Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Timur dan Aiptu. Eko Wahyu Satrio, dari Ditlantas Polda Metro Jaya.
Dengan bertambahnya usia Polri menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja dan program yang telah dicanangkan Kapolri, yakni promoter: profesional, modern, dan terpercaya.

Senkom Mitra Polri bagian dari keluarga besar BNPB dan BPBD




Jakarta-Senkom Mitra Polri bagian dari keluarga besar BNPB dan BPBD yang berjuang membantu masyarakat menghadapi bencana. dalam Paparan Bapak Sutopo Purwo NugrohoKepala Pusat Data, Informasi, dan Humas BNPB; Peneliti Utama di BPPT; Dosen Universitas Pertahanan; Dosen S2-S3 UI & IPB; Dosen Sesko TNI. dalam acara Diklatnas Bela Negara dan Kamtibmas di Asrama Haji Jakarta 12/13-4-2016.  PRB merupakan konsep yang mencakup segala bidang, dan telah terbukti sulit untuk mendefinisikan atau menjelaskan secara rinci, namun cakupan idenya sangat jelas. Tak dapat dihindari, ada beberapa definisi istilah yang dipakai dalam buku pedoman, tetapi pada umumnya artinya mudah dimengerti dan diterapkan dalam cakupan pembangunan, dalam kebijakan-kebijakan, strategi dan praktek, untuk mengurangi resiko kematian dan kerugian akibat bencana pada masyarakat. Istilah "Managemen Pengurangan Resiko Bencana” sering digunakan dalam konteks dan arti yang sama; pendekatan systematis, untuk mengindentifikasi, mengevaluasi dan mengurangi segala resiko yang berkaitan dengan malapetaka (marabahaya) dan kegiatan manusia. Sangat layak diterapkan operasional PRB

Paradigma Penanggulangan Bencana pun mengalami perkembangan, tidak lagi bertumpu pada tanggap darurat, melainkan telah masuk pada upaya-upaya penguatan kapasitas pencegahan dan kesiapsiagaan yang ditopang dengan kebijakan-kebijakan yang mengedepankan prinsip-prinsip PRB. Aspek-aspek yang dikaji dalam Penanggulangan Bencana pun mengalami perkembangan, dengan masuknya isu-isu seperti kemiskinan, kebijakan pembangunan dan ekonomi, kondisi sosial-politik, dan lain sebagainya ke dalam matrik-matrik kapasitas maupun kerentanan

Untung Maulana, salah satu ketua Senkom yang mebidangi kebencanaan menyatakan, sejak peristiwa tsunami itu Senkom melatih anggotanya agar tidak gagap ketika terjadi bencana. “Berdasarkan data yang diterbitkan BNPB tahun 2015 lalu, potensi Senkom unggul di berbagai hal, diantaranya jumlah SDM relawan terlatih yang tercatat hampir sepuluh ribu orang, serta potensi pendukung lainnya seperti perlengkapan meski jika dihitung dengan frekuensi bencana di Indonesia, maka sangat-sangat kurang,” ujar Untung.

Karena aktifnya Senkom dalam berbagai bencana seperti gempa, banjir, gunung meletus serta kecelakaan transportasi darat, laut serta udara, Senkom mendapatkan penghargaan BNPB, serta penghargaan terkait kegiatan taktis menemukan lokasi pesawat jatuh beberapa waktu lalu.

“Pada dasarnya kami ini hanya organisasi yang menghimpun potensi masyarakat, yaitu mereka yang merasa terpanggil untuk mendedikasikan  dirinya untuk kemanusiaan, maka kami rekrut sebagai relawan, maka diharapkan kepada pemerintah melalui BASARNAS dan BNPB supaya dapat terus memberikan dukungan berupa latihan-latihan dan fasilitas pendukung lainnya,” kata Untung.

Dengan kemampuan utama bidang informasi bagi anggota senkom secara umum, maka informasi kebencanaan ataupun kecelakaan sangat cepat tersampaikan, dengan demikian maka penanganannya juga menjadi lebih cepat.